YOGYAKARTA – TK ABA Kleco kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai budaya kepada anak sejak usia dini melalui kegiatan siaran tidak langsung bertajuk “Tembang Dolanan bersama TK ABA Kleco” yang disiarkan melalui RRI PRO 4 Yogyakarta, Rabu (23/6/2026). Kegiatan ini berlangsung di Studio RRI Yogyakarta, Jalan Ahmad Jazuli, dan diikuti oleh anak-anak Kelas B Fathonah bersama para guru pendamping.

Berdasarkan pantauan di lokasi, anak-anak tampak antusias dan penuh percaya diri mengikuti rangkaian acara. Mereka mengenakan seragam khas berwarna biru dengan motif batik, sementara anak perempuan mengenakan kerudung putih, menciptakan kesan rapi, seragam, dan mencerminkan karakter islami yang menjadi ciri TK ABA Kleco. Para guru pendamping juga hadir mendampingi dari belakang panggung, memberikan dukungan moral agar anak-anak tampil optimal.
Acara dipandu oleh Ananda Ganes dari Kelas B Fathonah yang dipercaya menjadi MC cilik. Dengan suara lantang dan percaya diri, Ananda Ganes membuka siaran dengan sapaan ramah kepada pendengar RRI PRO 4 Yogyakarta. Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars TK ABA Kleco yang dibawakan secara kompak oleh seluruh peserta.

Selanjutnya, anak-anak menampilkan empat tembang dolanan Jawa secara berurutan, yakni “Cublak-cublak Suweng”, “Jamuran”, “Gundul-gundul Pacul”, dan “Sluku-sluku Bathok”. Setiap lagu dinyanyikan dengan penuh semangat dan ekspresi ceria, memperlihatkan hasil latihan yang matang. Tembang dolanan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukatif untuk menanamkan nilai-nilai luhur budaya Jawa.
Kegiatan siaran ini ditutup dengan doa bersama dan menyanyikan lagu “TK ABA di Mana-Mana” sebagai penanda berakhirnya acara. Suasana keakraban dan kebersamaan sangat terasa, baik di antara anak-anak maupun guru pendamping.
Guru TK ABA Kleco, Tri Astuti, S.Pd. AUD, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal.
“Budaya penting dilestarikan sejak usia dini, baik melalui lagu maupun dengan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tembang dolanan bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga mengandung nilai kejujuran, kerja sama, kedisiplinan, dan kebersamaan yang sangat baik untuk pembentukan karakter anak,” ujar Tri Astuti.

Ia menambahkan, melalui kegiatan siaran di RRI ini, anak-anak tidak hanya belajar tampil dan berani berbicara di depan umum, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga mengenal dunia penyiaran. Selain itu, anak-anak juga diperkenalkan kembali pada kearifan lokal Jawa yang kini mulai jarang dikenal oleh generasi muda.
Kegiatan “Tembang Dolanan bersama TK ABA Kleco” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya untuk terus mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan cinta terhadap budaya bangsa. (Luh, Tri)












